Tampilkan postingan dengan label jalan cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan cinta. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Oktober 2011

PERIKSA KISAH CINTA ANDA DI SINI

Kali ini saya akan memposting lagi perihal cinta. Berdasarkan posting-posting bertajuk cinta yang terdahulu maka saya asumsikan bahwa Anda sudah mengerti hakikat dari cinta sejati. Cinta sejati adalah cinta Tuhan. Itulah sebenar-benarnarnya cinta. Dan jalan untuk mencintai Tuhan adalah dengan mencintai makhluknya, karena sebagaimana dalam sebuah ayat: kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Tuhan. Dengan kata lain cara untuk memuliakan Tuhan adalah dengan memuliakan makhlukNya.

Baik, sekarang kita coba mendeteksi apakah cinta sepasang kekasih adalah cinta romantic ataukah menuju Cinta Sejati. Sebenarnya sangat sulit untuk mendeteksi hal ini. Coba perhatikan, banyak orang yang sudah menikah akhirnya juga bercerai. Bayak mereka yang semula kelihatan mesra sekali toh akhirnya pisah juga. Banyak yang sudah menikah sekian tahun dan juga sudah memiliki anak tapi juga berakhir dengan perceraian. Jika demikian, bagaimana caranya mendeteksi bahwa cinta pasangan kita akan membawa kita menuju Cinta Sejati?

Kita secara alami suka cuci mata

Tak dapat dipungkiri bahwa kita secara naluriah memiliki kenyamanan untuk melihat yang indah-indah. Seorang cowok pastinya cukup bergembira jika melihat cewek cakep dan aduhai. Sebaliknya, cewek pun suka ngegosip perihal cowok yang tampan. Ya, secara umum memang demikian walau setiap diri memiliki kesukaan ideal masing-masing. Walau begitu, kiranya kita sepakat bahwa kita lebih suka melihat cewek/cowok yang mempesona. 

Jika Anda amati iklan-iklan di tv, Anda bisa lihat bahwa kebanyakan bintang iklan yang dipakai adalah yang cakep-cakep. Jikalau ada yang kurang oke, itu hanyalah pengecualian, namun pastinya bintang iklan yang kurang oke di mata itu pastinya sudah tenar duluan. Nah, jadi dapat disimpulkan bahwa secara alami memang kita suka akan sensualitas. Apalagi iklan alat kontrasepsi, Anda bisa melihatnya bukan? Betapa menggairahkan hahahaha…

Lantas, apa hubungannya dengan Cinta Sejati? Ya, kita hanya bisa menduga-duga apakah cinta itu mengarah pada Cinta Sejati atau bukan dengan melihat hal ini. Maksudnya, jika baru ketemu lantas selang beberapa hari sudah bisa berpelukan bak teletabis maka kita patut curiga bahwa cinta si doi hanya soal romantisme saja, hanya soal fisik belaka. Memang, hubungan seperti ini bisa bertahan lama dengan syarat intensitas percumbuan terus dilakukan. Akan tetapi, jika saja raga mereka terpisah dengan jarak, maka dapat dipastikan hubungan mereka akan merenggang. Sebaliknya, jika sebuah cinta itu memang tulus, maka jarak tak akan jadi kendala. Bahkan, tanpa komunikasi pun (telpon n sms) mereka juga masih saling setia (tidak selingkuh). Jika Anda orang yang waskita, konon Anda akan dapat melihat aura merah muda yang terpanjar dari cakra annahata si doi jika memang benar cintanya tulus. 

Cinta dan seks

Wow, topic ini mungkin seru. Untuk membahas topic ini, saya akan ajukan pertanyaan kepada Anda. 

Apakah seks mengharuskan cinta?
Apakah cinta harus musti seks?
Apa yang bisa membuat sepasang kakek nenek terus bersama?
Apakah kalau cinta musti nikah?
Apa fungsi pernikahan?
Mengapa ada agama yang mengharamkan perceraian?
Jika menikah hanya untuk melanjutkan keturunan maka kalau sudah punya anak, cerai saja. Begitukah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak saya bahas jawabannya di artikel ini. Jika ingin berargumen silakan Anda isi komentar di bawah. Jika tidak, silahkan dijadikan bahan renungan malam.

Minggu, 13 Maret 2011

KEHENDAK, KEMAUAN, ATAU KEINGINAN?

Kehendak, kemauan, dan keinginan
Tiga kata ini seolah sama. Namun, apabila kita pahami secara lebih mendalam ternyata berbeda. Mari kita analisis. . .

Kehendak biasanya merupakan dorongan murni yang berasal dari hatinya manusia. Tidak ada kepentingan di dalamnya. Siapa yang sebenarnya berkehendak?? Kehendak si aku, kehendak Tuhan, atau kehendak setan. Memang susah-susah gampang memahami hal ini. Kehendak si aku, kehendak si setan sebenarnya kan juga kehendak Tuhan. Jika kehendak itu murni maka tak ada pengaruh dari orang lain. Oleh karenanya yang disebut kehendak itu biasanya di”amini” juga oleh orang lain. Ketika ada ketidakadilan maka kita akan berkehendak untuk meluruskan. Secara nurani setiap diri kita pasti tak akan suka melihat ketidakadilan. Sedangkan kemauan itu lebih didorong oleh iming-iming. Adek mau permen ndak??? Kamu mau lulus ndak???. Kalau keinginan itu dasarnya adalah si aku. Oleh karena itu keinginan kadang akan berbenturan dengan wilayah orang lain. Pokoknya aku ingin kau di sini saja. Aku ingin barang itu menjadi milikku. Segala bentuk keinginan itu pasti ujungnya bermuara pada pemenuhan, pemuasan. Jika keinginan itu tidak tercapai maka konsekuensinya adalah kekecewaan. Si aku tetap saja tak terima, karena keinginan itu harus dipenuhi. Oleh karenanya biasanya si aku akan marah untuk melampiaskan keinginannya yang batal. 

Ah, ataukah ini hanya permainan kata belaka?

Jumat, 25 Februari 2011

AJARI AKU MENCINTA

[repost note]


AJARI AKU MENCINTA

Penjabaran mengenai cinta tak sesederhana yang dibayangkan. Jatuh cinta, yang namanya jatuh itu sakit. Jadi janganlah langsung jatuh jika mencinta. Cinta, apa itu cinta???

Cinta itu misteri. Kita lahir di dunia ini karena cinta. Percaya sajalah. Coba  tanyakan bapak ibu Anda apakah mereka saling mencintai????.  Setiap orang mempunyai definisi lain-lain mengenai cinta. Namun demikian, ada yang namanya cinta universal. Ketika kita lihat kejahatan, tanpa diminta kita merasa tidak nyaman. Sang Guru Cinta menarik kita untuk memperbaikinya. Ketika kita melihat ketidakadilan, tanpa diminta kita berusaha membuatnya adil. Maka kita dirikanlah pengadilan. Ini adalah kerja Cinta yang termanifestasi pada perwujudan cinta.

“Pahami, Aku ini kekasihmu. Aku selalu mencintai, selalu menyanyangi kamu, dalam hidup ini” (Juliet).
Nah sekarang agar cinta tak terlalu jadi misteri, kiranya lirik lagu di atas bisa memperjelasnya. Coba kita tanyakan kepada sang pengarang lagu, ini lirik lagu untuk siapa?? Ya, pastinya untuk sang pujaan hati. Nah itulah penjabaran cinta yang tertuang pada diri kita sebagai manusia. Dalam hal ini kita bertindak sebagai Sang Cinta, manifestasi dari Cinta Sejati. Hati sang penyair lagu sedang melangit. Dan memang jika hati sedang melangit maka perkataan Sang Cintalah yang muncul. 

Berikan alasan mengapa aku harus hidup???? Apakah untuk mencari pangkat, kedudukan, ketenaran, kemewahan???  Tapi mengapa kadang ada orang rela melepaskan segalanya demi cinta. Rela bunuh diri demi cinta. Maka setidak tidaknya aku punya alasan untuk hidup yaitu untuk Cinta. Cinta itu selalu memberi TANPA SYARAT. Maka jikalau kita sedang mencinta harusnya kita sadar akan Cinta. Pahami Aku. Aku ini kekasihmu. Maka kenalilah Sang Cinta Sejati itu. Mengenal sang cinta itu butuh waktu. Butuh perjalanan yang panjang. Butuh pengalaman. Jika aku mengatakan padamu “aku mencintaimu”. Maka boleh jadi anda merasa canggung, tak percaya, bahkan bisa saja bereaksi negatif. Dan jika aku kamu telah begitu akrab dengan cinta maka kadangkala ada semacam relai yang menghubungankan diantaranya. Maka tak jarang seorang istri merasakan kegundahan hati saat sang suami mengalami kecelakaan misalnya. Atau seorang ibu yang tiba-tiba merasa kalut pikirannya ketika sang anak sakit di tanah rantau. Begitulah kiranya pengalaman pengalaman cinta yang telah mengkristal di dalam hati. Jadi mencinta itu butuh proses. 

Seminggu pacaran sang kekasih bertanya: apakah kau benar-benar mencintaiku yank???. Sang pujaan hati pun sulit menjawab. Apa bukti cinta yang bisa kukatakan??? Aku cinta ya karena kamu itu. Hubungan pun terus berlangsung seiring jatuhnya angka-angka almanak mengganti hari mengganti tahun. Jadilah mereka kakek nenek. Di malam hari sang nenek melamun melihat kakek yang tertidur nyenyak. Lalu ia berkata lirih: laki-laki ini benar-benar mencintaiku. Ada kalanya orang berkata: tujuan bukan utama yang utama adalah prosesnya. Karena kita berasal dari Cinta dan kan kembali lagi pada Cinta sedang Sang Cinta sendiri itu adalah misteri maka selamanya kita hanya akan melalui proses mengenal di dunia ini. Dan justru proses itulah yang menurutku membuat kita tetap berjalan pada jalan Cinta. Karena kita merasa belum menyelesaikan proses maka tak ada kata “AKU INI SUDAH MENGENAL CINTA”. Namun jika ada yang sudah mengaku aku sudah puas “bercinta”,  maka  tak heran jika kutemukan banyak benturan benturan konflik antar sesama penempuh jalan Cinta. Yang satu mengatakan ini jalan yang benar. Yang lain mengatakan jalanku ini yang benar. Lalu, jalan mana yang benar benar jalan benar??



Si Icha pada suatu malam minggu sangat marah pada pasangannya
“Dina,??? Dia memang hanya seminggu ini berada di Djogja. Besok dia udah balik lagi ke Surabaya. Kan sudah kubilang, dia itu temen deketku sejak SD.” Si Andi mencoba memberikan penjelasan kepada gadisnya setelah gadisnya itu tahu bahwa ia selama tiga hari belakangan pergi bersama gadis lain.

“iya, tapi kamu kan bisa telpon, kasih tau aku!!! Ngapain sembunyi-sembunyi???”
Andi hanya terdiam, menyadari kesalahannya dan meminta maaf:
“ya, maafkan aku Cha”
“maaf, maaf dari dulu maaf!! Sudah aku tak mau lagi. Aku akan kembalikan semua yang pernah kamu kasihkan ke aku”
Andi terkejut, tak menyangka keputusan gadisnya akan seperti itu.
“Icha. . . ya okelah” lalu didekatinya gadisnya itu sembari berkata lirih:
“kembalikan mulai dari ciuman yang pernah aku kasih ke kamu!!”

Bogor, 10 Januari 2010
Pemalas