Sabtu, 26 Maret 2011

Konsep Pemalas

Malam ini aku mencuri dengar pembicaraan seorang teman. Teman semasa kuliah jaman dahulu. Usianya masih muda dua tahun di bawahku. Akan tetapi pemikirannya jangan dikira. Ia menerobos konsep-konsep pemalas yang sedang kuusung. Apa itu konsep pemalas?

Seorang pemalas adalah ia yang mencipta, create. Merekalah sang kreator, menerobos jauh ke dalam ruang-ruang kediriannya sendiri untuk mengambil haknya sebagai sang kreator. Sebaliknya seorang pekerja keras adalah mereka yang hanya membebek menuruti kata orang. Seharusnya dan sudah semestinya setiap manusia mencipta dengan kebahagiaan tertingginya. Sebuah kebahagiaan yang berlaku spesifik namun tak lepas dari kata kreasi. Kenapa aku sebut spesifik? ya, seorang yang mencintai seni lukis kemungkinan besar akan merasa jenuh jika harus berhadapan dengan tulisan. Mereka yang mencintai tulisan akan merasa awam dan hambar jika dihadapkan dengan not-not balok.

Jika kita percaya bahwa kita adalah sesuatu yang unik maka harusnya tak ada orang yang mampu mengambil alih keunikan dari pribadi kita. Di sanalah cikal bakal letak pembeda abadi di antara sekian milyar umat manusia di dunia. Termasuk hal yang akhir-akhir ini menjadi sangat sensitif. Tiap orang adalah sempurna, tidakkah kita akan mengambil kesempurnaan itu?

0 komentar: