Sabtu, 05 Maret 2011

Nrimo Ing Pandum

Nrimo ing pandum, istilah apa ini? jika Anda orang jawa pastinya sering mendengar orang-orang tua jaman dulu mengucap demikian. Nrimo berarti menerima, sebenarnya apa yang diterima? Mungkin kesan pertama yang ditangkap dalam istilah ini terasa sebagai bentuk kepasrahan totaliter tanpa melakukan sesuatu hal sedikitpun. Tapi, cobalah dicermati lagi kata nrima ada jika terlebih dulu menehi. Artinya nrima adalah akibat yang ditimbulkan karena adanya sebab terlebih dahulu. Menehi merupakan kata kerja aktif yang berarti memberi sedangkan nrima merupakan kata kerja pasif yang berarti menerima. 

Melihat hubungan sebab akibat ini maka aku tidak bisa menerima jika nrimo ing pandum diartikan sebagai bentuk kepasrahan tanpa usaha. Ada kerja aktif yang dilakukan sebelum bisa menerima. Mungkin kalau perlu harus ngoyoworo memegang teguh sebuah niat. Selanjutnya hasil yang didapat barulah diterima dengan rasa syukur yang tinggi. Dengan begitu maka nrimo ing pandum lebih tepat jika diartikan sebagai sebuah sikap berserah diri terhadap apa yang dianugerahkan kepada kita setelah mencoba dengan kesungguhan untuk mencapainya.

0 komentar: